RINGKASAN
Persalinan preterm merupakan penyebab utama
60-80%
morbiditas dan mortalitas neonatal di seluruh dunia.Penyebab pasti
persalinan
preterm sampai saat ini belum diketahui. Beberapa keadaan yang dianggap
sebagai
etiologi persalinan preterm adalah ketuban pecah dini, kehamilan ganda
(gemeli), pre eklampsi dan hipertensi,
solutio plasenta, plasenta previa dan hidramnion. Sedangkan faktor
resiko yang
lain misalnya, status sosio ekonomi yang rendah, status nutrisi yang
buruk,
riwayat persalinan atau kelahiran prematur, jarak kehamilan yang terlalu
dekat,
asuhan pranatal, perokok dan pekerja yang melelahkan. Perbaikan dalam
angka
kematian perinatal dapat dicapai dengan pemberian pengawasan antenatal
untuk
semua wanita hamil dengan menemukan dan memperbaiki faktor-faktor yang
mempengaruhi keselamatan janin dan
neonatus.(Prawirohardjo,2002).Meningkatnya
angka persalinan preterm di RSUD .............. pada tahun 2006 sampai
dengan tahun 2007 belum sepenuhnya diketahui, namun terdapat beberapa
faktor
yang di anggap menyebabkan persalinan
pre term. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang
”Faktor-faktor (ketuban pecah dini, pre eklampsi dan hipertensi, kehamilan ganda (gemeli),
solutio placenta, placenta previa, dan hidramnion) yang melatar
belakangi kejadian persalinan pre term di RSUD
............................ ”
Desain yang digunakan dalam penelitian ini
adalah penelitian
deskriptif dimana peneliti hanya bermaksud mendiskripsikan
(memaparkan)
tentang faktor-faktor yang melatarbelakangi kejadian persalinan preterm
di RSUD ............... Populasi dalam penelitian ini adalah ibu
bersalin dengan
persalinan pre term di RSUD ..................sejumlah 163 pasien tahun
2007.
Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan
persalinan pre
term di RSUD ..................
sejumlah 163 pasien tahun 2007. Teknik pengambilan sampel yang digunakan
dalam
penelitian ini adalah sampling jenuh. Sampling jenuh yaitu teknik
penentuan
sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sample. (Sugiyono,
2007).
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan 1093
persalinan
ibu yang mengalami persalinan preterm sebesar 163 (14,9%) sedangkan
ibu yang mengalami persalinan tidak preterm sebesar 930 (85,1%). Sebagian besar persalinan preterm terjadi
pada derajat prematuritas Moderately Preterme 84 (51,5%), hampir
sebagian terjadi pada derajat prematuritas Extremely Preterme 58
(35,6%), serta sebagian kecil lagi adalah Borderline Preterme 21
(12,9%). Dari 163 responden terdapat
berbagai faktor yang melatarbelakangi kejadian persalinan preterm.
Hampir
sebagian ibu bersalin melahirkan dengan persalinan preterm atas penyebab
ketuban pecah dini yaitu sebanyak 80 orang (49,1%),sedangkan tidak
satupun oleh
sebab solutio placenta, dan sebagian kecil pre eklampsi dan hipertensi
sebanyak
39 (23,9%), kehamilan ganda (gemeli) sebanyak 28 (12,3%), placenta
previa sebanyak
16 (9,8%), serta hidramnion sebanyak 8
(4,9%). Hal ini menunjukkan bahwa ketuban pecah dini merupakan faktor
terbanyak
yang menyebabkan persalinan pre term yaitu sebanyak 80 responden (49,1
%).
Hal ini menunjukkan bahwa : sebagian
kecil
ibu melahirkan dengan ersalinan preterm pada tahun 2007, sebagian besar
ibu
yang melahirkan memiliki derajat prematuritas moderately premature
dengan persalinan preterm pada tahun 2007 dan faktor dominan yang
melatarbelakangi persalinan preterm yaitu
karena ketuban pecah dini pada tahun 2007.